Sandaran kepala pesawat menjadi permukaan paling kotor yang sering diabaikan penumpang selama penerbangan. Berdasarkan investigasi CBC Marketplace bekerja sama dengan mikrobiolog University of Guelph, lebih dari setengah sampel dari berbagai titik kabin pesawat terbukti membawa tingkat bakteri, ragi, atau jamur yang berpotensi memicu infeksi bagi para pelancong.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →"Bahaya penularan di dalam kabin pesawat bukan berasal dari kelalaian maskapai membersihkan armada, melainkan kecepatan perpindahan mikroba di ruang terbatas," ujar ahli keamanan pangan Mario Hupfeld menjelaskan dinamika kontaminasi silang antarpenumpang. Pengamatan Redaksi mencatat bahwa sekitar 90 persen pelancong rutin menyentuh meja lipat dan ventilasi udara, menciptakan rantai penyebaran kuman secara konstan.
Banyak pelancong baru menggunakan pembersih tangan setelah duduk di kursi kabin. Langkah tersebut dinilai terlambat karena tangan telah memindai berbagai benda publik sejak dari terminal bandara, mulai dari baki keamanan hingga pegangan eskalator. Dari analisis Redaksi, kebiasaan membersihkan tangan harus dimulai jauh sebelum memasuki badan pesawat agar perlindungan terhadap risiko penyakit menjadi lebih optimal.
Perangkat gawai pribadi juga sering luput dari perhatian selama penerbangan berlangsung. Ponsel pintar berpindah dari tangan ke meja lipat tanpa disadari membawa koloni bakteri baru. Mengutip laporan terkait kesehatan penerbangan, pengguna gawai disarankan untuk rutin menyeka layar ponsel sebelum menikmati makanan agar upaya sterilisasi tangan tidak menjadi sia-sia.