Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini memberikan pembelaan kepada pemilik klub Friedkin Group setelah melewati bursa transfer musim panas yang penuh tantangan. Berdasarkan laporan Gazzetta dello Sport pada Jumat (4/9), sang pelatih menilai para petinggi klub telah mengerahkan kemampuan maksimal untuk memenuhi kebutuhan skuad dalam batasan finansial yang ada.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Meskipun sempat menghadapi kesulitan mendatangkan pemain incaran seperti Mason Greenwood dan Crysencio Summerville akibat aturan pembatasan gaji, Gasperini memilih fokus pada aspek positif dari timnya. Pengamatan Redaksi mencatat bahwa optimisme pelatih asal Italia tersebut justru tumbuh dari loyalitas para pemain yang rela memotong gaji demi bertahan di klub ibu kota.
"Dybala, Hermoso, Mancini, Cristante, Pellegrini, Lulli… Semangat ini adalah kekuatan kami," ujar Gasperini menegaskan dedikasi para pemain AS Roma terhadap suporter. Komitmen tinggi dari para pemain senior maupun muda tersebut dianggap mampu menutupi kekecewaan akibat keterbatasan belanja pemain musim ini.
Kendati demikian, situasi kontras justru terlihat di kubu Everton yang juga berada di bawah kepemilikan Friedkin Group. Sebagaimana dilaporkan Sport Witness, manajer Everton David Moyes harus melalui jendela transfer mengecewakan tanpa mendapatkan tambahan amunisi yang memadai untuk memperkuat skuadnya.
Dari analisis Redaksi, tekanan terhadap kepemilikan Amerika Serikat ini mencakup dua klub berbeda dengan respons yang bertolak belakang dari para juru taktiknya. Jika AS Roma memilih meredam ketegangan lewat pembelaan terbuka dari sang pelatih, Everton justru menghadapi tanda tanya besar terkait masa depan perencanaan transfer klub di bawah kepemilikan yang sama.