Masalah lini belakang Manchester United mengancam jalannya musim kompetisi Liga Inggris setelah pasukan asuhan Michael Carrick selalu kebobolan dua gol di setiap pertandingan awal musim ini. Catatan kebobolan tersebut tentu menjadi alarm bahaya bagi Setan Merah, terutama mengingat lawan-lawan yang dihadapi sebelumnya meliputi tim promosi seperti Hull City dan Ipswich Town, serta Everton yang musim lalu minim produktivitas.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan Redaksi, rapuhnya barisan pertahanan Manchester United bukan sekadar faktor kebetulan gol spektakuler jarak jauh dari lawan seperti Tyrique George atau Ainsley Maitland-Niles. Statistik menunjukkan bahwa Manchester United terlalu mudah membiarkan lawan melepaskan tembakan ke arah gawang, di mana Everton saja mampu mencatatkan 18 percobaan dengan enam diantaranya tepat sasaran.
Pelatih Michael Carrick mengakui bahwa timnya wajib segera membenahi sektor pertahanan untuk menjaga peluang meraih kemenangan di laga-laga selanjutnya. "Kita tidak bisa mengabaikannya, kita harus kebobolan lebih sedikit gol untuk memberi diri kita kesempatan yang lebih baik memenangi pertandingan," ujar Carrick sebagaimana dilaporkan media setempat.
Dari analisis Redaksi, minimnya peremajaan di sektor bek sayap dan bek tengah menjadi akar permasalahan utama bagi Manchester United musim ini. Klub justru memfokuskan anggaran belanja pada lini depan tahun lalu dan lini tengah pada bursa transfer terbaru, sehingga terpaksa mengandalkan kembali kombinasi pemain senior seperti Luke Shaw, Lisandro Martinez, Harry Maguire, dan Diogo Dalot.
Situasi semakin rumit akibat cedera punggung berkepanjangan yang dialami Matthijs de Ligt sejak November, sementara rekrutan muda Leny Yoro belum mampu memenuhi ekspektasi tinggi klub. Tanpa adanya perlindungan optimal dari barisan gelandang serta kebugaran lini belakang yang belum sepenuhnya pulih, Manchester United diprediksi bakal terus menghadapi ujian berat jika masalah keroposnya pertahanan ini tidak segera diselesaikan.