Washington memanas. Gedung Putih kini membujuk dua senator Republik yang dulu disingkirkan. Thom Tillis dari Carolina Utara dan John Cornyn dari Texas memegang kendali. Suara mereka menentukan nasib Todd Blanche, calon jaksa agung pilihan Presiden Donald Trump.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Komite Yudisial Senat Amerika Serikat berdiri di tepi jurang. Satu suara penolakan dari kubu Republik cukup untuk membatalkan nominasi ini. Berdasarkan keterangan resmi pejabat Gedung Putih pada Senin malam, pemerintah terus bergerak mendatangi staf kedua senator tersebut.
Menurut Cornyn, pria asal Texas yang baru saja kalah dalam pemilihan internal, masalahnya sederhana. Ada perjanjian dengan IRS yang memicu penolakan. Perjanjian itu melindungi keluarga Trump dari audit dan menyiapkan dana 1,8 miliar dolar Amerika Serikat. Banyak pihak menilai dana tersebut berbahaya.
Blaiir dan para penentangnya tahu dana itu harus mati. "Apakah dia ingin dikonfirmasi atau tidak?" ujar Cornyn dingin. Ia menuntut perubahan tertulis pada perjanjian itu agar dana tersebut tidak bisa dihidupkan kembali di masa depan.
Tillis memiliki pandangan serupa di Capitol Hill. Berdasarkan penjelasannya, Departemen Kehakiman Amerika Serikat bekerja setiap hari bersama stafnya. Mereka berdiskusi dengan niat baik untuk menyusun rancangan undang-undang yang menutup celah hukum tersebut.
Blanche juga telah memenuhi tuntutan Tillis lainnya. Menurut laporan resmi, ia baru saja menemui para korban kejahatan seksual mendiang Jeffrey Epstein. Langkah ini diambil setelah penanganan dokumen kasus tersebut sempat mengalami kebocoran identitas korban.
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune dan Ketua Komite Yudisial Chuck Grassley berharap pemungutan suara dapat dilakukan pada 30 Juli. Mereka ingin menyelesaikan konfirmasi ini sebelum Senat memasuki masa reses Agustus. Namun Cornyn dan Tillis masih memegang kartu mereka rapat-rapat.