Uang datang dan pergi, tetapi tagihan selalu menemukan jalannya. Di Amerika Serikat, Layanan Pos negara itu, yang dikenal sebagai USPS, memutuskan untuk menaikkan harga prangko Forever kelas satu dari 78 sen menjadi 82 sen mulai hari Minggu ini. Berdasarkan pengumuman resmi yang telah disebarkan sejak April lalu, langkah berat ini terpaksa diambil untuk memperkuat fondasi keuangan mereka yang kian rapuh. Ini adalah kenaikan keenam kalinya dalam lima tahun terakhir, sebuah lompatan harga sebesar 34 persen sejak tahun dua ribu dua puluh satu ketika prangko itu masih seharga 58 sen.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan tahun dua ribu dua puluh lima dari Kantor Inspektur Jenderal USPS, badai keuangan ini bukanlah hal baru. Bertahun-tahun lamanya lembaga ini bergelut dengan biaya operasional yang mencekik dan jumlah surat yang menyusut drastis. Kebijakan lama dari Kongres melalui Undang-Undang Akuntabilitas dan Peningkatan Pos tahun dua ribu enam justru mengikat kaki mereka. Aturan itu memaksa lembaga membayar di muka tunjangan kesehatan bagi para pensiunan, sebuah beban utang yang sangat berat yang membuat mereka terus mencatat kerugian bersih setiap tahun.
Berdasarkan analisis keuangan dari Komisi Regulasi Pos pada bulan Mei, biaya operasional lembaga pos ini meroket jauh lebih cepat daripada uang yang masuk. Pada tahun fiskal dua ribu dua puluh lima, pengeluaran naik sebesar 1,8 miliar dolar, sementara pendapatan hanya tumbuh 1 miliar dolar, meninggalkan lubang menganga berupa kerugian sebesar 9 miliar dolar. Di saat yang sama, volume surat di Amerika Serikat menyusut sebesar 3,7 persen. Selain prangko Forever, harga kartu pos domestik juga merangkak naik menjadi 65 sen, dan surat internasional kini menyentuh angka 1,75 dolar.
Keterlambatan pengiriman surat juga mengundang amarah dari para politisi di Washington. Menurut kecaman yang datang dari kedua belah pihak, pelayanan pos ini dinilai telah gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Senator Josh Hawley dari Missouri meluncurkan penyelidikan atas kegagalan layanan yang menimpa wilayahnya, sementara Perwakilan Veronica Escobar dari Texas mengeluhkan hal serupa yang terjadi di daerah El Paso. Namun, surat-surat harus tetap diantar, dan mesin-mesin pos harus tetap berputar, meski dengan ongkos yang lebih mahal.
Masa depan tidak menjanjikan kemudahan, dan harga kemungkinan besar akan kembali mendaki. Menurut kesaksian Postmaster General David Steiner di hadapan panel Kongres, prangko kelas satu idealnya dinaikkan hingga mencapai 90 atau 95 sen untuk menstabilkan keuangan lembaga. "Hanya ada tiga hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kinerja keuangan—menjual lebih banyak produk, menaikkan harga, atau memotong biaya," kata David Steiner dengan nada yang pragmatis. Ia menambahkan bahwa tanpa langkah ini, lembaga pos tersebut terancam kehabisan uang tunai dalam waktu dua belas bulan.
Bagi orang-orang kecil yang masih menyimpan prangko lama di laci meja mereka, ada sedikit kabar baik di tengah musim yang sulit ini. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak lembaga, setiap prangko Forever yang dibeli sebelum tanggal dua belas Juli akan tetap berlaku tanpa perlu biaya tambahan. Prangko itu dibuat tanpa nominal angka tercetak agar menghemat waktu dan uang masyarakat, karena prangko Forever akan selalu mewakili harga mutakhir untuk pengiriman surat kelas satu seberat satu ons, tidak peduli seberapa jauh harga-harga di dunia ini akan terus melambung.