Piala Dunia 2026 berjalan dengan keras dan penuh drama. Di babak 16 besar, kontroversi besar melanda tim tuan rumah Amerika Serikat. Penyerang bintang mereka, Folarin Balogun, mendapat kartu merah langsung saat melawan Bosnia dan Herzegovina. Hukuman itu seharusnya membuat sang pemain absen melawan Belgia. Namun, FIFA membuat keputusan lain setelah adanya intervensi dari Donald Trump.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Komite Disiplin FIFA menangguhkan hukuman tersebut selama satu tahun menggunakan Pasal 27. Keputusan ini memicu kemarahan. Di studio FOX Sports, ketegangan memuncak antara dua pria. Zlatan Ibrahimovic berada di antara mereka, menyaksikan amarah yang hampir meledak.
Menurut Thierry Henry, tindakan FIFA sama sekali tidak benar. Henry berkata, "Saya setuju bahwa itu bukan kartu merah, tetapi saya tidak setuju dengan cara mereka membatalkannya. Apa yang dilakukan FIFA tidak benar. Keputusan harus diambil di lapangan, bukan setelah tiga atau empat hari." Henry berbicara dengan nada dingin, namun matanya tajam.
Alexi Lalas tidak tinggal diam. Mantan bek Amerika Serikat itu memotong pembicaraan dan menantang argumen Henry. Berdasarkan pandangan Lalas, FIFA tidak melanggar aturan apa pun. Lalas kemudian mengungkit kasus Cristiano Ronaldo yang hukuman kartunya juga pernah dibatalkan sebelum turnamen. "Jadi Ronaldo juga tidak boleh bermain di Piala Dunia?" tanya Lalas dengan nada mendesak.
Henry menolak membahas hal lain dan tetap pada pendiriannya. Pria Prancis itu menegaskan bahwa intervensi tersebut justru membakar semangat Belgia untuk menghancurkan Amerika Serikat. Pada akhirnya, kehadiran Balogun tidak mengubah nasib. Amerika Serikat tersingkir setelah kalah telak 4-1 dari Belgia.
Berdasarkan pernyataan setelah pertandingan, Folarin Balogun sendiri mengaku tidak ikut campur dalam pusaran politik sepak bola ini. Striker AS Monaco itu mengatakan, "Tentu saja ini kontroversial. Kami menerima kartu merah itu, dan kami juga menerima saat diberi tahu saya bisa bermain. Saya tidak terlibat dalam prosesnya. Ini tidak ada hubungannya dengan saya pribadi."