Pesta sepak bola terbesar sejagat memberikan angin segar bagi roda ekonomi Amerika Serikat. Menurut estimasi dari Goldman Sachs, laporan data ketenagakerjaan untuk bulan Juni diprediksi akan bergerak lebih kuat dari perkiraan awal berkat stimulus masif dari gelaran Piala Dunia.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan konsensus Dow Jones dari survei para ekonom, nonfarm payrolls awalnya diproyeksikan hanya akan bertambah sebesar 115.000 pekerja. Angka tersebut menandakan perlambatan yang cukup kontras jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Mei yang mampu mencatatkan angka kokoh sebesar 172.000 lapangan kerja baru.
Namun, data privat dari Homebase, sebuah perusahaan penyedia jasa payroll usaha kecil, menunjukkan cerita yang berbeda. Berdasarkan analisis para ahli, turnamen sepak bola ini setidaknya memberikan dampak nyata pada penyerapan tenaga kerja dengan menyumbang sekitar 40.000 posisi baru sepanjang bulan lalu.
"Analisis historis kami menunjukkan bahwa Piala Dunia dapat mendongkrak pertumbuhan payroll sebesar 40 ribu pada bulan Juni. Dampak ini diyakini akan terkonsentrasi pada sektor rekreasi dan perhotelan, layanan profesional dan bisnis, serta sektor perdagangan dan transportasi," kata ekonom Goldman Sachs, Ronnie Walker dan Jessica Rindels dalam catatan resminya.
Melalui perhitungan tambahan tersebut, Goldman Sachs kini memproyeksikan total pertumbuhan nonfarm payrolls akan menyentuh angka 140.000. Kendati performa ini masih berada di bawah pencapaian bulan sebelumnya, hasil tersebut jauh lebih baik dibandingkan hilangnya 20.000 pekerjaan yang terjadi pada Juni 2025.
Menurut proyeksi institusi keuangan tersebut, angka riil di lapangan bahkan berpotensi jauh lebih tinggi. Catatan historis menunjukkan bahwa data payrolls bulan Juni sering kali mengalami bias ke atas pada estimasi pertama, meskipun dalam empat tahun terakhir perhitungan awal tersebut selalu direvisi turun.