WASHINGTON — Hunter Biden, putra dari mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, membuat pengakuan mengejutkan dalam wawancara bersama media NPR. Ia menyatakan tidak pernah menginginkan ayahnya mencalonkan diri kembali untuk periode kedua. Jabatan presiden dinilainya terlalu menyita waktu dan menyulitkan hubungan keluarga.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan wawancara dalam acara Newsmakers yang disiarkan NPR, Hunter Biden menegaskan pentingnya kehadiran seorang ayah. "Tidak ada yang lebih penting bagi saya daripada mendapatkan kembali ayah saya dan keluarga saya," ujar Hunter Biden. Menurutnya, posisi sebagai orang nomor satu di Amerika Serikat menyerap seluruh perhatian hingga mustahil bagi seorang presiden untuk hadir sepenuhnya bagi orang-orang tersayang.
Menurut pengakuan Hunter Biden, dirinya membantah tuduhan yang menyebutnya mendorong Joe Biden untuk tetap bertahan di panggung politik. Ia merasa tidak memiliki keuntungan apa pun untuk terus menjadi sasaran tembak publik. Empat tahun masa kepresidenan ayahnya dinilai sebagai masa-masa paling berat, terutama saat ia berjuang mempertahankan pemulihan diri dari kecanduan di bawah sorotan media yang tajam.
Berdasarkan keterangannya, Hunter Biden memilih untuk tidak pernah menyampaikan penolakannya sebelum ayahnya mengambil keputusan resmi. "Tindakan itu sangat tidak adil bagi dirinya," kata Hunter Biden. Ia memahami bahwa sang ayah mencintai keluarga di atas segalanya. Ia tidak ingin menjadi alasan ayahnya berhenti menjalankan tugas yang diyakini sebagai pengabdian kepada negara.