Combiendetemps News Combiendetemps News
/home / politik / Eks Pengacara Gedung Putih Sebut...
POLITIK

Eks Pengacara Gedung Putih Sebut Trump Atur Strategi Pemilu

Donald Trump dan Ty Cobb dalam polemik pemecatan anggota komisi pemilu independen Amerika Serikat

Donald Trump dan Ty Cobb dalam polemik pemecatan anggota komisi pemilu independen Amerika Serikat

WASHINGTON — Udara terasa berat di ibu kota ketika sebuah peringatan datang dari orang dalam yang telah lama pergi. Mantan pengacara Gedung Putih Ty Cobb berbicara pada hari Jumat tentang sebuah langkah politik yang keras. Menurut Cobb, keputusan Donald Trump untuk memecat anggota Partai Demokrat yang tersisa di komisi administrasi pemilu independen minggu ini adalah sebuah rencana yang matang. Pria itu ingin menaruh beban pada timbangan menjelang pemilu sela yang akan datang.

Berdasarkan pernyataan Cobb dalam sebuah wawancara di MS NOW, tindakan tersebut tidak bisa dilihat sebagai hal lain kecuali upaya untuk menguasai peran wasit dalam pemilu. Trump mencopot dua orang Demokrat, Benjamin Hovland dan Thomas Hicks, dari komisi tersebut pada hari Kamis. Gedung Putih menggunakan wewenang baru mereka, sebuah kekuatan yang lahir dari keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat baru-baru ini dalam kasus Slaughter yang meruntuhkan tradisi hukum lama.

Para hakim agung telah memutuskan dengan suara enam banding tiga bahwa presiden dapat memecat kepala sebagian besar lembaga independen sesuka hati. Keputusan ini mematahkan preseden berusia hampir satu abad yang menjaga lembaga-lembaga itu dari tangan-tangan politik. Otoritas eksekutif kini menjadi mutlak. Menurut pejabat Gedung Putih, presiden memiliki hak untuk menyingkirkan orang-orang yang tidak selaras dengan tugas penting mengamankan pemilu Amerika Serikat.

Komisi Bantuan Pemilu atau EAC telah berdiri sejak tahun dua ribu dua untuk membantu para pejabat negara bagian mengurus pemilu federal. Lembaga itu memeriksa mesin pemungutan suara dan mengurus formulir pendaftaran. Sekarang, setelah pemecatan itu dan mundurnya seorang anggota dari Partai Republik bernama Christy McCormick, komisi itu menjadi kosong dan sunyi. Langkah ini memicu badai kritik dari kubu Demokrat dan para pejuang hak pilih.

Menurut pengamat politik David Axelrod, semua lampu tanda bahaya telah menyala merah setelah pemberhentian mendadak para anggota komisi itu. Trump sendiri telah berulang kali menyerukan untuk menasionalisasi pemilu dengan klaim lama tentang kecurangan tahun dua ribu dua puluh. Ia ingin membatasi pemungutan suara melalui pos dan meminta bukti kewarganegaraan, meskipun pengadilan federal di negara-negara bagian yang dipimpin Demokrat berkali-kali menolak gugatan tersebut.

Ty Cobb yang telah menjadi kritikus Trump sejak meninggalkan Gedung Putih pada tahun dua ribu delapan belas mengatakan bahwa pengadilan memang masih tangguh mempertahankan supremasi hukum. Namun, ia memperingatkan agar tidak ada orang yang merasa terlalu aman. "Pasukan itu sudah berada di lapangan," kata Cobb dengan nada dingin. "Saya pikir kita tidak bisa tenang menghadapi pemilu karena dia sedang menumpuk setiap kartu di dek yang bisa dia jangkau."

// TOPICS
#amerika_serikat #donald_trump #ty_cobb #pemilu_sela #gedung_putih #politik_internasional
Jurnalis Senior - Spesialis Politik & Ekonomi Nasional

Agus Salim Maulana adalah jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 15 tahun meliput dinamika politik dan ekonomi Indonesia. Keahliannya dalam menganalisis kebijakan pemerintah, isu legislatif, dan tren ekonomi makro menjadikannya rujukan utama bagi pembaca yang haus akan informasi akurat dan mendalam. Telah meliput berbagai peristiwa penting seperti pemilu, sidang kabinet, konferensi ekonomi internasional, dan wawancara eksklusif dengan tokoh-tokoh kunci nasional.