Pagi itu cerah dan udara terasa hangat di Jakarta Selatan. Anak-anak yang baru masuk sekolah berkumpul di lapangan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa untuk memulai upacara. Menurut laporan dari detik.com, hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang seharusnya penuh tawa berubah menjadi ujian keberanian yang sunyi. Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel seorang guru. Pesan itu membawa kabar tentang maut yang disembunyikan dalam sebelas titik di bangunan sekolah.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan penuturan Subekhi, seorang guru yang berada di lokasi, ancaman tersebut datang saat genderang upacara sedang bertalu. Lelaki itu tidak panik. Dia tahu ketakutan adalah musuh yang buruk bagi anak-anak. "Salah satu guru menerima pesan teror saat kami sedang melaksanakan upacara. Kami mengondisikan agar situasi tetap tenang," kata Subekhi. Bersama para guru lainnya, dia menjaga anak-anak agar tetap tegak berdiri di lapangan terbuka dan melarang mereka masuk ke dalam ruangan.
Bahaya harus dihadapi dengan kepala dingin. Menurut Subekhi, langkah cepat segera diambil dengan menghubungi ketua RT setempat dan aparat kepolisian dari Polsek Jagakarsa. Polisi menerima laporan darurat itu pada pukul 07.30 WIB. Setelah mendapat kepastian dari petugas, pihak sekolah segera mengevakuasi seluruh siswa dan memulangkan mereka ke rumah masing-masing dengan tertib. Setelah halaman kosong dan sunyi, barulah para guru melangkah keluar dari area yang terancam itu.
Berdasarkan informasi di lapangan, pesan teror tersebut dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp dan diterima oleh seorang pegawai tata usaha serta guru kelas satu. Pelaku dengan kejam mengklaim telah menanam bahan peledak di berbagai sudut bangunan. Tidak lama kemudian, suasana sekolah berubah menjadi tegang saat Tim Penjinak Bom Gegana dan Densus 88 Antiteror tiba. Mereka menyisir setiap sudut ruangan dengan teliti bersama petugas Dinas Perhubungan dan Dinas Gulkarmat DKI Jakarta.
Penyisiran yang menegangkan itu akhirnya selesai tanpa ada ledakan. Menurut keterangan dari Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, polisi telah bergerak cepat dan berhasil mengidentifikasi sosok di balik pesan gelap tersebut. "Dari identitasnya kita sudah kantongi. Jadi kita sudah mencari, kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti, untuk pelaku," ujar Nurma Dewi. Buruan telah ditentukan, dan polisi berjanji akan segera menangkap pelaku teror yang mengganggu kedamaian anak-anak.