Krisis kepercayaan melanda Amerika Serikat setelah riset terbaru dari Marquette Law School Poll menunjukkan penurunan tajam dalam tingkat kepercayaan antarwarga. Data tersebut mengungkapkan kelompok generasi yang lahir sebelum tahun 1960 masih memegang asumsi dasar bahwa tetangga mereka tidak akan merugikan, sementara kelompok usia yang lebih muda justru mencatatkan rekor tingkat ketidakpercayaan tertinggi dalam sejarah proyek riset itu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Situasi semakin memburuk tatkala laporan dari Pew Research Center menemukan bahwa warga Amerika tidak sekadar tidak percaya satu sama lain. Sebagian besar dari mereka secara terbuka menganggap sesama warga negara memiliki moral dan etika yang buruk, sebuah fenomena yang jarang ditemukan di negara-negara lain.
Dari analisis Redaksi, runtuhnya moralitas bersama ini mengubah kontrak sosial menjadi arena permusuhan yang masif. Ketika suatu populasi kehilangan keyakinan terhadap integritas sesamanya, perdebatan politik sehat berubah menjadi kebencian struktural yang mendalam, di mana kelompok oposisi tidak lagi dianggap sebagai pihak yang keliru melainkan ancaman eksistensial.
Para pengamat menilai bahwa lingkaran setan ini terus dipelihara oleh algoritma media dan industri politik yang meraup keuntungan besar dari perpecahan. Elit institusional menyadari bahwa kemarahan publik jauh lebih efektif mendatangkan keterlibatan dan donasi ketimbang persatuan, sehingga menciptakan model bisnis berbasis permutuan sosial.