Combiendetemps News Combiendetemps News
/home / nasional / Trump Tolak Tender Baru Kolam...
NASIONAL

Trump Tolak Tender Baru Kolam Reflecting Pool yang Rusak

Kolam Lincoln Memorial Reflecting Pool di Washington dengan latar belakang gedung Capitol

Kolam Lincoln Memorial Reflecting Pool di Washington dengan latar belakang gedung Capitol

Lelaki itu adalah Donald Trump dan dia memimpin sebuah negeri yang besar. Di Washington, biaya perbaikan kolam Lincoln Memorial Reflecting Pool membengkak hingga enam belas juta dolar AS. Namun, menurut Sekretaris Interior Doug Burgum pada hari Minggu, presiden tidak akan mencari tawaran baru dari kontraktor lain. Trump tetap menyalahkan para perusak, bukan perusahaan yang dia pilih.

Berdasarkan pernyataan Doug Burgum dalam acara State of the Union di CNN, pemerintah akan menggunakan perusahaan yang sama. "Mereka melakukan pekerjaan yang fantastis," kata Burgum. Menurutnya, kerusakan akibat vandalisme itu kecil meski terlihat buruk, dan pekerjaan perbaikan dasar kolam dilakukan dengan amat sangat baik.

Sebelumnya, Trump menyatakan ada robekan sepanjang 350 kaki di lapisan kolam. Menurut dugaan Trump, seseorang telah menyayatnya menggunakan pemotong kotak atau sejenis pisau. Trump mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah memiliki foto-foto kerusakan tersebut dan akan menunjukkannya di pengadilan.

Menurut Doug Burgum saat tampil di acara This Week di ABC, terdapat beberapa sayatan yang jika dijumlahkan mencapai 350 kaki. Namun, kerusakan itu mencakup kurang dari satu persepuluh dari satu persen dari seluruh lapisan industri kolam. Berdasarkan penjelasannya, 99,99 persen dasar kolam berada dalam kondisi sempurna. Kolam itu sendiri ditutup selama akhir pekan untuk perayaan kembang api Empat Juli.

Melalui media sosial Truth Social, Trump membagikan banyak foto kolam tersebut. Pada hari Minggu, dia mengunggah foto-foto dari tanggal 18 Juni, waktu ketika proyek baru dinyatakan selesai dan sebelum alga hijau serta cat yang mengelupas mulai muncul ke permukaan. Menurut Departemen Interior, hingga hari Minggu, tujuh orang telah ditangkap dan tujuh lainnya mendapat surat tilang terkait perusakan kolam.

Minggu lalu, seorang mantan pendayung Olimpiade Amerika Serikat bernama David Hearn dari Bethesda, Maryland, didakwa atas satu tuduhan kejahatan perusakan properti. Menurut dokumen pengadilan, dia dituduh menarik lapisan kolam yang mengelupas dan menyebabkan kerusakan lebih dari 1.000 dolar AS. Menurut Jaksa Penuntut Amerika Serikat untuk District of Columbia, Jeanine Pirro, petugas National Park Service melihat Hearn menarik paksa lapisan bawah kolam dengan kedua tangannya pada 19 Juni.

Menurut pengakuan David Hearn kepada Associated Press, dia ditahan oleh Park Police dan tentara National Guard selama lima jam hanya karena menyentuh cat yang mengelupas. Dia sedang bersepeda sejauh 64 mil, lalu berhenti dan menyentuh lapisan karet itu karena penasaran. "Saya warga negara yang penasaran. Saya menjangkau ke bawah untuk merasakan teksturnya. Rasanya sangat seperti karet," kata Hearn. Jika terbukti bersalah, dia menghadapi hukuman 10 tahun penjara. Menurut pengacaranya, dakwaan ini adalah upaya pemerintah untuk mengalihkan kesalahan atas kegagalan mereka sendiri.

Kolam Reflecting Pool dibangun pada awal tahun 1920-an, memiliki panjang lebih dari 2.000 kaki dan lebar 167 kaki, membentang di antara Lincoln Memorial dan Washington Monument. Menurut laporan resmi, proyek pembersihan ini adalah bagian dari rencana Trump untuk mempercantik Washington, D.C., menjelang ulang tahun Amerika Serikat yang ke-250. Trump tidak menyukai para pendahulunya yang membiarkan air kolam menghijau karena alga, lalu memerintahkan agar dasar kolam dicat dengan warna "biru bendera Amerika".

Menurut pernyataan Trump pada bulan April, proyek ini awalnya diperkirakan hanya menelan biaya 1,8 juta dolar AS. Namun, berdasarkan catatan federal yang dikutip ABC News, biayanya kini membengkak menjadi lebih dari 16 milan dolar AS. Proyek ini diberikan tanpa tender kepada Atlantic Industrial Coatings, perusahaan asal Virginia yang pernah menggarap kolam di klub golf milik Trump di Sterling, Virginia, serta Green Water Solutions dari Ohio untuk sistem pembasmi alga.

Air kolam sempat jernih setelah diisi kembali, namun dalam beberapa hari berubah menjadi hijau. Para pekerja harus menuangkan hidrogen peroksida, dan lapisan bawah kolam mulai mengelupas. Trump menuduh para perusak telah menghina mendiang Presiden George Washington dan Abraham Lincoln. Pihak Atlantic Industrial Coatings menyatakan akan kembali memperbaiki area yang rusak sebagai bagian dari garansi, dan menegaskan bahwa kerusakan kecil itu bukan tanda kegagalan total dari lapisan yang mereka pasang.

Trump juga mengaitkan masalah kolam ini dengan rumput di National Mall yang dirusak hingga membentuk angka "86 47", yang dianggap sebagai ancaman pembunuhan terhadap dirinya sebagai presiden ke-47. Trump menduga seseorang memasukkan pupuk ke dalam air untuk menumbuhkan alga. Namun, menurut Doug Burgum, alga tersebut muncul dari pipa saluran air yang diaktifkan kembali dan kini masalahnya sudah selesai. Sementara itu, kelompok penyelamat hewan City Wildlife sedang menyelidiki kematian tiga ekor bebek yang ditemukan di dekat kolam untuk memastikan apakah mereka keracunan oleh bahan kimia pembersih tersebut.

// TOPICS
#donald_trump #lincoln_memorial #reflecting_pool #washington_dc #vandalisme #doug_burgum
Tim Jurnalis Nasional & Internasional

Tim Redaksi Combiendetemps News terdiri dari jurnalis berpengalaman yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, berdedikasi untuk menyajikan berita harian terlengkap dan terpercaya. Dari politik di Senayan hingga peristiwa di pelosok negeri, dari ekonomi makro hingga budaya lokal, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas setiap harinya.