Combiendetemps News Combiendetemps News
/home / nasional / DPRD Desak Pasar Jaya Cari Investor...
NASIONAL

DPRD Desak Pasar Jaya Cari Investor untuk Revitalisasi yang Mandek

Kondisi pasar tradisional di Jakarta yang membutuhkan revitalisasi dan perbaikan fasilitas umum

Kondisi pasar tradisional di Jakarta yang membutuhkan revitalisasi dan perbaikan fasilitas umum

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta menatap tajam ke arah pasar-pasar yang mulai usang. Melalui Komisi B, mereka menyoroti mandeknya program revitalisasi sejumlah pasar tradisional yang berada di bawah kendali Perumda Pasar Jaya.

Berdasarkan evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Perubahan Tahun 2026, wakil rakyat menuntut ketegasan. Mereka meminta Perumda Pasar Jaya mempercepat pencarian investor agar pembangunan tidak terus tertunda oleh waktu.

Menurut Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, masalah utama yang menghentikan laju pembangunan ini adalah ketiadaan modal. Kondisi keuangan yang seret membuat beton dan besi baru tidak kunjung tertanam di tanah pasar.

Menurut Nova, situasi sulit ini harus segera diselesaikan dengan tindakan nyata. Pelayanan kepada masyarakat Jakarta yang membutuhkan tempat berbelanja yang layak tidak boleh dikorbankan lebih lama lagi.

"Memang ada beberapa yang sampai sekarang revitalisasinya masih mandek. Ini memang berkaitan dengan masalah permodalan," kata Nova dengan lugas setelah memimpin rapat kerja bersama jajaran BUMD pada hari Rabu.

Berdasarkan penilaian Komisi B, Perumda Pasar Jaya tidak akan mampu menyelesaikan tugas besar ini sendirian. Mengandalkan penyertaan modal daerah saja dinilai sebagai langkah yang pincang untuk membiayai seluruh proyek.

Perusahaan daerah tersebut dipaksa untuk keluar dari zona nyaman. Mereka harus membuka pintu selebar-lebarnya bagi skema pembiayaan baru melalui kerja sama dengan para pemilik modal dari luar pemerintahan.

"Kalau mengandalkan PMD saja saya rasa tidak cukup. Pola-pola investor juga mungkin harus dilakukan supaya revitalisasi bisa berjalan," ujar Nova menegaskan arah kebijakan yang harus diambil.

Nova kemudian menunjuk Pasar Minggu sebagai contoh nyata dari kelalaian ini. Tempat penampungan pedagang itu belum juga tersentuh pembangunan kembali sejak api menghanguskannya beberapa tahun yang lalu.

Masyarakat dan para pedagang kecil di sana terus menunggu dalam ketidakpastian yang melelahkan. Saat ditanyakan mengenai nasib pasar tersebut, jawaban yang diterima masih merupakan jawaban klasik tentang pencarian investor.

Menurut pandangan politik Nova, revitalisasi bukan sekadar urusan menyusun batu bata dan semen. Ini adalah urusan martabat, kenyamanan, dan kelayakan fasilitas bagi manusia-manusia yang menggantungkan hidup di pasar.

Selain urusan bangunan fisik, Komisi B juga menuntut penyelesaian masalah limbah. Menurut Nova, pasar-pasar besar di Jakarta sudah saatnya memiliki sistem pengolahan sampah mandiri dan berhenti membebani TPST Bantargebang.

// TOPICS
#dprd_dki_jakarta #perumda_pasar_jaya #revitalisasi_pasar #pasar_minggu #komisi_b_dprd #investasi_jakarta
Jurnalis Senior - Spesialis Politik & Ekonomi Nasional

Agus Salim Maulana adalah jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 15 tahun meliput dinamika politik dan ekonomi Indonesia. Keahliannya dalam menganalisis kebijakan pemerintah, isu legislatif, dan tren ekonomi makro menjadikannya rujukan utama bagi pembaca yang haus akan informasi akurat dan mendalam. Telah meliput berbagai peristiwa penting seperti pemilu, sidang kabinet, konferensi ekonomi internasional, dan wawancara eksklusif dengan tokoh-tokoh kunci nasional.