Piala Dunia adalah panggung yang kejam bagi mereka yang kalah. Brazil, pemenang lima kali turnamen besar ini, harus pulang lebih awal di babak 16 besar. Menurut laporan dari berbagai sumber sepak bola, langkah mereka dihentikan oleh Norwegia lewat dua gol dari Erling Haaland. Ini adalah catatan terburuk mereka sejak tahun 1990, sebuah sejarah kelam yang menyakitkan bagi sang bintang, Neymar, yang kini telah berusia 34 tahun.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pernyataan resmi dari legenda sepak bola Brazil, Romario, kemarahan publik tidak lagi bisa dibendung. Pria yang membawa negaranya juara pada tahun 1994 itu tidak segan-segan menyerang sang manajer. "Dia tidak bisa tetap menjadi kepala pelatih Brazil," kata Romario dengan tegas. Baginya, kekalahan dari Norwegia adalah sebuah aib yang tidak termaafkan bagi negara sebesar Brazil.
Menurut Romario, jika dirinya memiliki kekuasaan di federasi, dia akan bertindak keras tanpa kompromi. "Jika saya yang memimpin federasi, saya akan berjalan ke ruang ganti, menyuruhnya pergi ke neraka, dan merobek kontraknya di tempat. Saya bahkan akan membawanya ke pengadilan," ujarnya seperti dikutip dari talkSPORT. Sebuah kalimat yang dingin, jujur, dan penuh dengan keputusasaan seorang lelaki yang mencintai negaranya.
Berdasarkan catatan statistik, Carlo Ancelotti sebenarnya adalah salah satu manajer terhebat dalam sejarah dengan rekor lima gelar Liga Champions. Dia dikontrak sejak Mei 2025 untuk mengembalikan kejayaan Selecao yang telah puasa gelar selama 24 tahun. Namun, beban berat di tanah Amerika Selatan tampaknya terlalu besar, bahkan untuk pria sehebat dirinya.
Menurut koordinator tim nasional Brazil, Rodrigo Caetano, federasi tampaknya memilih jalan yang berbeda dari kemarahan publik. Dia menegaskan bahwa Carlo Ancelotti akan tetap bertahan dengan kontraknya yang tersisa hingga tahun 2030. Baginya, Brazil membutuhkan stabilitas jangka panjang dan memecat manajer legendaris itu hanya akan menjadi kesalahan yang berulang.