Ketegangan Klaim Wilayah dan Diplomasi Segitiga Bersama Donald Trump
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah mengajukan jeda pertempuran di sekitar kota Kostiantynivka, wilayah timur Ukraina, demi memfasilitasi pengembalian jasad tentara Ukraina yang gugur. Moskow memberikan batas waktu respons hingga Minggu pagi, namun menuduh Kiev sengaja mengabaikan tawaran tersebut dan terus melanjutkan aksi saling serang di zona konflik.
Saling klaim atas kendali Kostiantynivka kini menjadi episentrum baru perang verbal kedua negara setelah Rusia mengumumkan telah merebut kota strategis di wilayah Donetsk tersebut. Pemerintah Ukraina langsung membantah keras pernyataan Moskow dan menegaskan bahwa pasukan Kiev masih mempertahankan posisi mereka di kota yang menjadi jalur logistik krusial itu.
Read Also
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut klaim sepihak Kremlin sebagai kebohongan publik untuk mencari panggung propaganda semata. Melalui platform X, Zelenskyy melontarkan sindiran bahwa jika kota tersebut benar-benar jatuh, Vladimir Putin seharusnya tidak akan keberatan untuk menemuinya langsung di sana guna membahas diplomasi damai.
Di sisi lain, intensitas politik internasional kian memanas setelah Donald Trump dilaporkan melakukan pembicaraan telepon terpisah selama 90 menit dengan Putin dan Zelenskyy menjelang KTT NATO di Ankara. Penasihat Gedung Putih mengonfirmasi adanya urgensi tinggi dari AS untuk segera mengakhiri kebuntuan garis depan pertempuran sepanjang 1.200 kilometer yang cenderung membeku tanpa kemajuan berarti bagi kedua belah pihak.