Gelombang Protes Anti-Korupsi di Albania Picu Bentrokan
Langkah hukum ini diambil setelah belasan warga ditahan atas tuduhan melawan aparat, menggelar demonstrasi ilegal, dan mengganggu ketertiban umum. Pengacara publik Dorian Matlija menyebutkan bahwa dua orang dikenakan tahanan rumah, 12 lainnya wajib lapor, sementara lima demonstran dibebaskan murni tanpa dakwaan. Ratusan pendukung yang memadati area luar pengadilan langsung menyambut keputusan tersebut dengan sorak-sorai kemenangan.
Aksi turun ke jalan di Albania sebenarnya telah berlangsung setiap malam sejak Mei lalu, dipicu oleh proyek resor tepi pantai di kawasan alam terlindungi yang digarap menantu Trump, Jared Kushner. Eskalasi massa memuncak ketika ratusan demonstran mengepung gedung parlemen, memicu bentrokan dengan polisi yang menggunakan gas air mata serta semprotan air. Akibat insiden tersebut, 15 anggota polisi terluka dan puluhan demonstran sempat diamankan oleh pihak berwajib.
Read Also
Gerakan yang awalnya fokus pada isu lingkungan kini bertransformasi menjadi mosi tidak percaya massal terhadap pemerintah. "Sifat demonstrasi telah meluas menjadi aksi anti-korupsi yang menuntut reformasi total," ungkap perwakilan aktivis di lapangan. Para demonstran kini secara lantang menyuarakan yel-yel "Albania Baru" dan menuntut Perdana Menteri Edi Rama segera meletakkan jabatannya karena dianggap memfasilitasi kepentingan oligarki asing.
Ketegangan sosial ini kian memanas setelah alat berat dan kawat berduri mulai menutup akses pantai publik sejak akhir Mei lalu, memicu kemarahan warga yang merasa ruang publik mereka dirampas. Sentimen negatif publik terhadap kabinet Rama juga diperparah oleh rentetan skandal internal sebelumnya, termasuk pencopotan Wakil PM Belinda Balluku atas dugaan kasus korupsi yang hingga kini menyisakan ketidakpercayaan mendalam di masyarakat.