Combiendetemps News Combiendetemps News
/home / ekonomi / Starlink Bebani Pelanggan Biaya...
EKONOMI

Starlink Bebani Pelanggan Biaya Tambahan Berdalih Lonjakan Permintaan

Satelit Starlink milik SpaceX di orbit bumi mengalami lonjakan permintaan dan kepadatan jaringan

Satelit Starlink milik SpaceX di orbit bumi mengalami lonjakan permintaan dan kepadatan jaringan

Jaringan internet di langit mulai terasa sempit dan para pengguna harus membayar mahal untuk itu. Menurut laporan terbaru, SpaceX kini membebankan biaya tambahan yang besar kepada para pelanggan Starlink karena kapasitas jaringan mereka yang mulai tertekan oleh tingginya permintaan.

Layanan satelit yang dikelola oleh Elon Musk ini mengalami masalah kesesakan di beberapa wilayah Amerika Serikat. Berdasarkan analisis ahli media teknologi Karl Bode, perusahaan tersebut secara diam-diam membebankan biaya tambahan antara 750 hingga 1.500 dolar AS bagi pengguna yang berada di area dengan permintaan tinggi. "Starlink terlalu padat untuk menangani beban yang berarti pada skala besar," tulis Bode dalam sebuah unggahan.

Para pelanggan kini menghadapi dinding keras ketika mencoba meminta keadilan atas tagihan tersebut. Menurut kesaksian beberapa pengguna di media sosial, layanan konsumen Starlink seperti lubang hitam yang tidak memberi jawaban pasti. Seorang pelanggan mengeluhkan tagihan 1.500 dolar AS yang muncul hanya karena memverifikasi alamat lama yang sudah terdaftar selama tiga tahun.

Masalah ini mengungkap kelemahan mendasar dari internet berbasis satelit jika dibandingkan dengan infrastruktur kabel serat optik di darat. Menurut beberapa pengamat, SpaceX terus mendapatkan kontrak pemerintah meskipun jaringan mereka mulai melambat, berkat hubungan yang sangat dekat antara Elon Musk dan ketua Federal Communications Commission, Brendan Carr.

Biaya tambahan ini bermula dari nilai yang kecil namun terus membubung tinggi dalam waktu singkat. Berdasarkan catatan data yang ada, biaya ini berawal dari 100 dolar AS pada tahun 2024, naik menjadi 1.000 dolar AS pada tahun 2025, dan kini mencapai 1.500 dolar AS di wilayah tertentu seperti Alaska.

Masyarakat di daerah pedalaman tidak memiliki banyak pilihan selain menerima nasib dan membayar harga yang ditetapkan. Menurut mantan senator negara bagian Nebraska, Julie Slama, kenaikan harga ini tidak bisa dihindari oleh warga desa. "Begitu mereka mendapatkan pelanggan pedesaan tanpa alternatif yang berarti, mereka bebas menaikkan harga sesuka hati," kata Slama.

// TOPICS
#elon_musk #starlink #spacex #internet_satelit #amerika_serikat #teknologi
Tim Jurnalis Nasional & Internasional

Tim Redaksi Combiendetemps News terdiri dari jurnalis berpengalaman yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, berdedikasi untuk menyajikan berita harian terlengkap dan terpercaya. Dari politik di Senayan hingga peristiwa di pelosok negeri, dari ekonomi makro hingga budaya lokal, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas setiap harinya.