Dunia baru sedang datang dan manusia mungkin tidak perlu bekerja lagi. Elon Musk, CEO dari Tesla dan SpaceX, menyatakan bahwa kecerdasan buatan dan robot akan melakukan segalanya. Pria itu percaya bahwa kelimpahan akan datang melimpah. Pemerintah akan memberi uang yang cukup bagi semua orang. Kerja akan menjadi sebuah pilihan, bukan paksaan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan unggahan terbarunya di media sosial X, Elon Musk menulis bahwa perpaduan kecerdasan buatan dan robot akan menghasilkan pendapatan tinggi universal. Tetapi tidak semua orang melihat masa depan itu dengan tenang. Michael Burry, seorang investor yang dikenal melalui film "The Big Short", melihat jalan yang berbeda. Jalan itu penuh dengan darah dan kemarahan.
"Salah," tulis Michael Burry di platform yang sama. "Akan ada revolusi terlebih dahulu." Investor yang kini menulis di Substack itu memperkirakan kerusuhan sipil akan pecah jika kecerdasan buatan menggantikan pekerja manusia dalam skala besar. Orang-orang yang kehilangan pekerjaan tidak akan diam menunggu cek dari pemerintah.
Menurut laporan dari Yahoo Finance, Elon Musk menanggapi esai dari sesama miliarder teknologi, Chamath Palihapitiya, yang berjudul "The Great Descent". Esai itu menyebutkan biaya keahlian akan turun hingga menyentuh angka nol karena model kecerdasan buatan memungkinkan semua orang mengakses kecerdasan. Elon Musk melihat ini sebagai akhir dari kemiskinan.
Miliarder teknologi itu telah berulang kali mengatakan bahwa teknologi akan memangkas biaya dan meningkatkan efisiensi. Makanan, perumahan, layanan kesehatan, dan kebutuhan pokok lainnya akan menjadi sangat murah. Pemerintah di Amerika Serikat akan dengan mudah membiayai warganya untuk hidup layak tanpa perlu memikirkan tabungan pensiun.
Tetapi ketakutan akan masa depan yang kosong tetap ada. Berdasarkan pernyataan Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, kecerdasan buatan bisa memperburuk kesenjangan kekayaan. Kesenjangan itu berbahaya. Itu meningkatkan risiko perselisihan internal dan bahkan perang saudara. Ray Dalio menyebut bahwa kombinasi antara rasa tidak berguna dan uang bukanlah hal yang baik bagi manusia.
Menurut pandangan Jamie Dimon, CEO dari JPMorgan, kecerdasan buatan bisa memperpendek waktu kerja menjadi tiga setengah hari seminggu. Manusia akan hidup lebih lama dan memiliki waktu untuk mendaki gunung. Namun, Jamie Dimon juga memperingatkan bahwa perubahan ini bisa terjadi terlalu cepat dan menghancurkan pasar tenaga kerja jika pemerintah tidak bersiap dari sekarang.