Krisis kekurangan teknisi terampil di Amerika Serikat memicu kerugian ekonomi mencapai USD 7,42 miliar setiap tahun akibat pasokan industri hanya memenuhi 42% dari total permintaan di sepuluh sektor krusial termasuk otomotif, penerbangan, dan HVAC.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan analisis Kabayan News, fenomena tersebut terjadi karena tenaga teknisi tersebar di bawah puluhan kode pekerjaan berbeda sehingga kekuatan ekonomi mereka tidak terlihat secara utuh dalam data resmi pemerintah.
Sejumlah perusahaan besar seperti Ford, Carrier, dan Snap-on telah mengalirkan dana ratusan juta dolar dalam bentuk beasiswa serta pelatihan tenaga kerja guna membangun generasi teknisi berikutnya di tengah meningkatnya kebutuhan industri.
Menurut laporan Manufacturing Institute, kekurangan hingga 1,9 juta pekerja manufaktur pada 2033 mendatang bukan sekadar masalah ketenagakerjaan, melainkan ancaman nyata bagi keamanan ekonomi dan pertahanan nasional Amerika Serikat.
Para pengamat menilai investasi triliunan dolar pada infrastruktur fisik dan teknologi baru harus diiringi dengan penguatan infrastruktur manusia agar seluruh fasilitas modern dapat terus beroperasi secara optimal.