Malam itu terasa dingin dan sepi di distrik Queens, Amerika Serikat. Seorang pria berjalan membawa kemarahan dan botol-botol menyala. Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, pria bernama Yogesh Sayrange yang berusia 36 tahun ditangkap setelah melemparkan bom molotov ke arah dua rumah ibadah dan sebuah bangunan komersial pada Rabu malam.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut rekaman kamera pengawas, aksi pertama bermula di wilayah Ozone Park sebelum pukul sebelas malam. Sayrange terlihat mendekati bangunan Iglesia Bautista El Mesias. Ia sempat berbicara dengan tiga pria lain sebelum menyalakan sumbu botol dan melemparkannya melewati pagar depan. Botol itu pecah dan membakar area dekat pintu masuk.
Berdasarkan laporan dari FDNY, panggilan darurat pertama masuk pada pukul 23.57 mengenai adanya perangkat berdaya ledak yang dilemparkan ke sebuah gereja di 75th Street. Tak lama setelah aksi pertamanya, Sayrange berjalan kaki sejauh satu mil menuju sebuah bangunan Kingdom Hall of Jehovah's Witnesses di Woodhaven.
Di sana, ia kembali melemparkan bom molotov kedua ke pintu depan gedung yang memicu kobaran api lain. Petugas pemadam kebakaran menerima laporan kedua ini pada Kamis dini hari pukul 12.08. Menurut konfirmasi resmi dari pihak berwenang, tidak ada cedera maupun kerusakan parah yang dilaporkan dari kedua lokasi gereja tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi juga mendapati bahwa Sayrange melemparkan bom molotov ketiga ke sebuah gedung layanan ambulans di Rockaway Boulevard. Petugas kepolisian bertindak cepat dan berhasil meringkus tersangka pada pukul 12.10 dini hari. Saat digeledah, polisi menemukan dua bom molotov tambahan yang tersimpan di dalam ranselnya.
Menurut sumber dari penegak hukum, penyelidik kini tengah mendalami apakah Sayrange juga terlibat dalam beberapa insiden serupa yang terjadi sejak bulan lalu. Tersangka telah dihadapkan ke pengadilan federal atas tuduhan pelemparan alat pembakar ke sebuah tempat usaha di Brooklyn pada Juni lalu, sementara motif penyerangan di Queens masih terus didalami.