Lelaki menyukai pertarungan yang jujur dan keras. Di Shenzhen, Tiongkok, kompetisi Ultimate Robot Knock-out Legend membawa sepasang robot humanoid masuk ke dalam sangkar besi. Mereka tidak memiliki darah, namun mereka memiliki besi dan kabel yang siap dihancurkan. Penonton menyaksikan laga yang bersih dari rasa kasihan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan rekaman video pertarungan, sebuah robot melepaskan tendangan terbang yang telak. Serangan itu menghantam wajah lawannya hingga membuat kepala sang lawan terlepas dan menggantung. Robot yang terluka masih mencoba melepaskan beberapa pukulan dalam kegelapan sirkuitnya yang mulai rusak, namun itu tidak berlangsung lama.
Mesin itu roboh ke lantai ring. Saat ia mencoba bangkit dengan tubuh yang berguncang hebat, kabel pemutus yang menahan kepalanya akhirnya putus total. Kepala itu terpisah dan tubuh besi itu tergeletak mati. Di atasnya, robot yang menang menari tanpa suara, merayakan keunggulan mekanisnya.
Menurut laporan dari tabloid Global Times, kompetisi perdana ini diikuti oleh 32 tim dari berbagai penjuru dunia. Semua tim menggunakan robot humanoid tipe T800 yang diproduksi oleh EngineAI, sebuah perusahaan robotika asal Tiongkok. Mereka datang untuk menguji ketahanan baja dan ketepatan program.
CEO EngineAI, Zhao Tongyang, menyatakan bahwa ajang ini dirancang untuk membangun merek hiburan global sekaligus mendorong riset industri. "Biarkan kompetisi ini memberi umpan balik bagi teknologi, dan biarkan teknologi menggerakkan industri," kata Tongyang kepada Global Times.
Tongyang adalah pria yang berani bertaruh dengan tubuhnya sendiri. Pada bulan Desember lalu, ia mengenakan baju besi dan membiarkan robot T800 miliknya memukul dirinya. Sebuah tendangan dari robot tersebut sangat kuat dan menjatuhkannya ke tanah. Dia tahu persis seberapa keras kekuatan mesin yang diciptakannya.
Aktor laga legendaris Donnie Yen turut hadir di tepi ring dan menyaksikan kehancuran itu dengan mata kepala sendiri. Dia terpukau oleh apa yang terjadi di hadapannya. "Sejujurnya, saya dulu hanya melihat pertarungan robot di film fiksi ilmiah. Tapi hari ini, untuk pertama kalinya, saya bisa melihat robot asli bertarung dari jarak dekat," ujar Yen.
Menurut Yen, pengalaman itu terasa sangat nyata dan mengintimidasi. "Bobot dari mesin-mesin itu, ketepatan gerakan mereka — itu sungguh luar biasa," tambahnya. Seni bela diri kini telah berpindah dari otot manusia ke sendi-sendi hidrolik yang dingin.