Sebuah surat dari Presiden FIFA Gianni Infantino kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina dilaporkan bocor ke publik. Surat itu muncul di tengah investigasi resmi yang sedang berjalan terkait insiden keributan usai laga final Piala Dunia yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di New York New Jersey Stadium.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan media Argentina dan Daily Mail, pertandingan final tersebut berakhir dengan kemenangan Spanyol setelah gol di masa perpanjangan waktu. Suasana berubah panas ketika sejumlah pemain dan staf pelatih Argentina terlibat perselisihan fisik serta verbal dengan para pemain Spanyol di atas lapangan hijau.
Menurut laporan di lapangan, Leandro Paredes tampak mencegat Eric Garcia dan menjatuhkan Gavi, sementara Nahuel Molina diduga melayangkan pukulan ke arah kapten Spanyol, Rodri. Sebagian besar anggota skuad Argentina juga memalingkan punggung saat Rodri mengangkat trofi juara.
FIFA kemudian membuka investigasi atas kekacauan tersebut. Sebuah petisi daring yang menuntut agar Argentina dilarang tampil di turnamen masa depan bahkan telah mengumpulkan lebih dari 23 juta tanda tangan dari para pecinta sepak bola di seluruh penjuru dunia.
Di tengah badai investigasi dan kontroversi yang memanas, surat yang ditulis oleh Gianni Infantino justru berisi pujian. Berdasarkan isi surat tertanggal 19 Juli 2026 tersebut, Infantino memuji "profesionalisme" dan kerja keras skuad Albiceleste selama turnamen berlangsung.
Menurut surat itu, Infantino menulis, "Saya ingin menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas hasil penting bagi sepak bola Argentina ini." Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemain, pelatih Lionel Scaloni, serta jajaran staf medis atas penampilan luar biasa mereka.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina, Claudio Tapia, sebelumnya telah meminta para pendukung untuk menerima kemenangan Spanyol dengan lapang dada. Namun, situasi tetap tegang di tengah gelombang petisi tandingan dari suporter Argentina yang menuntut pertandingan ulang karena menuding wasit Slavko Vincic tidak adil.