Matahari Miami baru saja tenggelam, meninggalkan panas yang masih mengendap di rumput lapangan. Di sana, Inggris baru saja menundukkan Norway dalam pertempuran yang menguras tenaga. Namun, badai justru datang dari kata-kata. Thomas Tuchel, sang manajer, tidak menyembunyikan kekecewaannya di hadapan mikrofon ITV. Dia menyebut permainan anak asuhnya ceroboh dan penuh kesalahan taktis, meski tiket semifinal Piala Dunia kini berada di genggaman mereka.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan pertandingan, ketegangan meningkat ketika Jude Bellingham, yang berjuang keras di lapangan, mendengar kritik sang manajer dari seorang jurnalis. Sambil menyeka keringat, gelandang muda itu membela rekan-rekannya. Menurut Jude Bellingham, bermain di bawah cuaca buruk melawan barisan pemain tangguh seperti Erling Haaland dan Martin Odegaard tidak pernah mudah. Dia mengisyaratkan bahwa sang manajer mungkin tidak memahami betapa beratnya berjuang di atas lapangan dalam kondisi seperti itu.
Kini, di bawah bayang-bayang laga semifinal yang krusial melawan Argentina, sang kapten Harry Kane memutuskan untuk bersuara. Pria bertubuh tegap itu berdiri di depan media dengan ketenangan seorang pemburu tua. Menurut Harry Kane, tidak ada perpecahan di dalam tubuh Tiga Singa. Baginya, perselisihan yang ramai dibicarakan orang-orang hanyalah asap tanpa api yang sengaja ditiup oleh media.
Berdasarkan wawancara dengan BBC Sport, Harry Kane memahami emosi yang meluap dari Jude Bellingham yang baru saja menyelesaikan pertempuran sengit di lapangan hijau. "Ketika Anda baru saja menyelesaikan laga seperti itu dan ditanya lima menit setelah peluit akhir, apa yang Anda harapkan dari Jude? Kami baru saja melewati pertempuran yang sangat berat di luar sana," ujar Harry Kane dengan nada tenang namun tegas.
Menurut Harry Kane, kegemaran menciptakan jurang pemisah adalah penyakit lama yang selalu membayangi tim nasional Inggris di setiap turnamen besar. Dia menegaskan bahwa kebersamaan tim saat ini justru berada di tingkat tertinggi, baik di antara para pemain, pelatih, maupun staf. Baginya, Thomas Tuchel tetaplah salah satu nahkoda terbaik di dunia yang selalu berbicara jujur dari hati tanpa naskah, dan seluruh tim sangat memercayai metodenya.
Kini, genderang perang semifinal melawan Argentina telah ditabuh. Inggris harus melangkah ke lapangan hijau tanpa keraguan di kepala mereka. Mereka tahu permainan mereka harus lebih baik, mereka tahu musuh di depan sangat tangguh, dan mereka memilih untuk menghadapinya bersama-sama sebagai satu kesatuan yang utuh, tanpa menyisakan ruang untuk perselisihan.