Netanyahu Tegaskan Aliansi Kuat AS-Israel dan Jegal Jet Tempur Turkiye
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah rumor adanya keretakan hubungan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pasca kesepakatan gencatan senjata dengan Iran dan serangan Israel di Lebanon. Dalam sebuah wawancara khusus, Netanyahu memuji habis-habisan peran Amerika Serikat di panggung global dan mengklaim bahwa dirinya memiliki kesamaan pandangan dengan Trump dalam hampir segala hal.
Pernyataan ini muncul di tengah kritik dari internal kabinet Israel sendiri terhadap memorandum kesepahaman antara AS dan Iran yang menuntut gencatan senjata regional. Di sisi lain, militer Israel terus menolak untuk mundur dari wilayah Lebanon dengan dalih hak pertahanan diri, di mana serangan udara terbaru mereka di Lebanon selatan dilaporkan kembali menewaskan empat orang warga sipil.
Read Also
Netanyahu mengakui adanya potensi perbedaan pendapat antara kedua negara, namun ia menilai hal tersebut wajar dalam sebuah aliansi yang saling menghormati. Selain mengumumkan rencana kunjungan kerja ke Washington dalam waktu dekat, ia juga menegaskan agenda politiknya untuk melobi pemerintah AS agar membatalkan pengiriman jet tempur F-35 ke Ankara demi menjaga dominasi kekuatan udara Israel di Timur Tengah.
Ketegangan ini semakin memanas seiring rencana kunjungan Trump ke Ankara untuk menghadiri KTT NATO pekan ini, di mana Turkiye vokal mengkritik agresi militer Israel. Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan bahkan telah memperingatkan dunia internasional untuk menghadang ambisi pemerintah Israel yang dinilai mencoba menyabotase perjanjian damai dan berisiko menyeret kawasan tersebut kembali ke dalam konflik berdarah.