Lelaki itu masih muda, umurnya dua puluh tahun. Inisialnya AA. Dia mengemudikan angkutan kota di jalanan Bekasi yang panas dan berdebu. Pada hari Sabtu yang melelahkan, amarahnya meluap di Jalan Raya Pekayon, Bekasi Selatan. Kemarahan itu terekam, menjadi viral, dan berakhir di tangan polisi.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Suparmin pada Senin, petugas telah mengamankan pelaku. "Untuk pelaku sudah kita amankan, inisial AA, umur 20 tahun," kata Suparmin dengan nada ringkas khas aparat hukum. Kini pelaku harus meringkuk di balik jeruji besi.
Menurut penjelasan polisi, hukum bergerak cepat menetapkan AA sebagai tersangka. Pemuda itu dijerat dengan Pasal 406 KUHP tentang perusakan barang milik orang lain. Dia beruntung pukulan mentahnya tidak mengenai sasaran. "Pasal perusakan. Karena pemukulan tidak kena korban karena korban menghindar," ujar Suparmin.
Ada alasan di balik setiap amarah di jalanan. Polisi menggali alasan itu dari mulut pelaku. Kepada penyidik yang memeriksanya, pelaku mengaku dadanya terasa sesak oleh kekesalan. Dia ingin menyalip mobil di depannya, tetapi jalan tidak diberikan. "Motifnya kesal mau nyalip nggak bisa," imbuh Suparmin.
Kisah ini bermula saat matahari sedang terik pada Sabtu lalu. Video yang beredar memperlihatkan sebuah angkot berhenti di tengah jalan. Sopir muda itu turun, langkahnya cepat dan matanya menyala. Dia mendatangi sebuah mobil, berteriak meminta sang pengemudi keluar. Namun, pria di dalam mobil tetap bergeming.
Kecewa karena diabaikan, pelaku mencari cara lain untuk menghentikan mangsanya. Dia mengambil sebuah pot bunga dari trotoar, lalu menyeretnya ke tengah aspal untuk menutup jalan. Jalanan menjadi macet. Satpam dan warga sekitar datang menonton, tetapi ketegangan tidak juga mereda.
Saat korban mencoba masuk kembali ke dalam mobilnya untuk pergi, pelaku menekan pintu dengan keras. Tubuh pemobil itu sempat terimpit. Pelaku terjatuh ke aspal yang keras, namun mobil korban tetap merayap maju dengan pelan. Pelaku bangkit, melayangkan pukulan keras ke fiber mobil hingga pecah, lalu mencoba menghantam wajah pengemudi sebelum akhirnya pelarian itu selesai.