Besi jembatan itu tua dan kuat, tetapi truk itu lebih besar. Pada Selasa dini hari, sebuah truk pengangkut alat berat melaju di Jalan Kapten Tendean. Sopir itu menatap layar ponsel genggamnya saat mesin menderu di bawah kegelapan pukul 00.30 WIB. Truk menghantam JPO dengan keras. Jembatan beton dan besi itu menyerah dan ambruk ke aspal.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari BPBD Jakarta, pengemudi truk tidak memperhitungkan tinggi muatan yang ia bawa. "Sopir kendaraan towing alat berat tidak memperhitungkan maksimal ketinggian muatan," bunyi keterangan tersebut. Akibatnya, truk menghantam struktur jembatan hingga mengalami kerusakan parah dan menutup jalur yang semestinya dilalui kendaraan.
Pagi datang, dan bersamanya muncul kemacetan panjang yang panas. Jalanan Jakarta Selatan menjadi sunyi dalam kepadatannya yang macet. Menurut Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados, petugas segera melakukan pembongkaran dengan las besi sejak tengah hari. "Masih pengelasan dan pembongkaran. Masih berlangsung sejak jam 12.00 WIB tadi," kata Robby.
Polisi menutup jalan menuju Mampang. Pengendara dari arah Senopati, Suryo, hingga Wolter Monginsidi terpaksa menunggu dalam antrean panjang yang melelahkan. Menurut Robby Hefados, arus lalu lintas terpaksa dialihkan agar pemotongan besi jembatan bisa diselesaikan dengan aman tanpa membahayakan nyawa manusia di bawahnya.
Matahari mulai turun pada pukul 14.00 WIB, namun aspal masih terasa membakar. Di Jalan Senopati, antrean mobil merayap seperti barisan semut yang kehilangan arah. Beberapa pengendara motor nekat menggunakan trotoar dan jalur sepeda, sementara suara klakson terdengar bersahut-sahutan di tengah udara yang pekat oleh asap knalpot.
Sore tiba dan malam menjemput, namun kemacetan belum juga reda. Berdasarkan laporan lalu lintas dari TMC Polda Metro Jaya pukul 18.25 WIB, jalur dari Mampang menuju Traffic Light Santa masih sepenuhnya ditutup karena proses pemotongan besi JPO belum rampung. Kendaraan-kendaraan di Jalan Gatot Subroto mengular panjang hingga ke Pancoran, terjebak dalam malam Jakarta yang melelahkan.