Ancaman Serangan Drone dan Krisis Logistik di El-Obeid
Kota El-Obeid yang menjadi ibu kota negara bagian Kordofan Utara kini berada dalam situasi kritis akibat kepungan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia telah mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi terjadinya 'katastrofe' kemanusiaan menyusul makin dekatnya bentrokan darat skala besar antara RSF dan militer Sudan.
Selama beberapa bulan terakhir, kota strategis ini terus digempur oleh serangan drone tanpa henti yang menghancurkan infrastruktur vital. Serangan terhadap pembangkit listrik setempat telah memicu pemadaman total, melumpuhkan pasokan air bersih, dan menghambat operasional rumah sakit di tengah melonjaknya harga pangan hingga 300 persen.
Read Also
Analis independen Sudan, Ahmed Ben Omer, menjelaskan bahwa El-Obeid memiliki posisi yang sangat strategis karena menghubungkan wilayah Darfur yang dikuasai RSF dengan area timur yang dikendalikan tentara pemerintah. Jika kota ini jatuh, RSF tidak hanya memotong jalur suplai militer tetapi juga berhasil menghubungkan basis pertahanan barat mereka dengan wilayah pusat.
Kondisi mencekam di El-Obeid memicu kekhawatiran global akan terulangnya tragedi pembersihan etnis seperti yang terjadi di El-Fasher tahun lalu. Komunitas internasional kini mendesak adanya tindakan diplomatik yang nyata dari negara-negara besar untuk menekan kedua belah pihak dan menghentikan pembantaian warga sipil.