Prioritas Data Warga dan Kebijakan Berbasis Perusahaan Lokal Inggris
Langkah politik Andy Burnham yang bersiap menduduki kursi Perdana Menteri Inggris di Downing Street diprediksi membawa perubahan besar bagi lanskap teknologi pemerintahan. Burnham dilaporkan bakal meninjau ulang kontrak tujuh tahun senilai 330 juta poundsterling atau sekitar 440 juta dolar AS antara Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris dengan Palantir Technologies, sebuah raksasa perangkat lunak intelijen asal Amerika Serikat.
Sikap tegas ini selaras dengan rekam jejak Burnham selama sembilan tahun menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester, di mana ia sama sekali tidak memberikan proyek kepada Palantir. Dibanding mengadopsi platform data bentukan Palantir, otoritas kesehatan Manchester justru memilih membangun infrastruktur analitik mandiri demi menjaga kedaulatan data publik.
Read Also
Para penasihat kebijakan Burnham kini tengah merancang strategi kecerdasan buatan (AI) baru yang lebih memprioritaskan keterlibatan korporasi serta tenaga kerja lokal Inggris. Juru bicara Burnham menegaskan bahwa prinsip utama pengadaan pemerintah haruslah memberikan nilai efisiensi maksimal bagi pembayar pajak sekaligus melindungi data sensitif warga negara.
Ketegangan ini bukan satu-satunya masalah hukum yang dihadapi Palantir di Inggris, mengingat perusahaan tersebut juga sedang mengajukan gugatan di Pengadilan Tinggi London setelah Wali Kota Sadiq Khan memblokir kontrak senilai 50 juta poundsterling dengan Kepolisian Metropolitan. Keputusan krusial terkait kelanjutan hak operasional Palantir di sektor publik Inggris dijadwalkan selesai pada Desember mendatang.