Sore itu di Rutland Road, Alexandria, Louisiana, mendadak senyap oleh desing peluru. Seorang wakil U.S. Marshal gugur dalam tugas. Menurut laporan resmi U.S. Marshals Service, tragedi itu terjadi pada hari Senin sekitar pukul tiga sore waktu setempat. Petugas kepolisian sedang bergerak mengepung seorang buronan yang paling dicari.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan resmi dari Rapides Parish Sheriff's Office, detektif kepolisian bersama anggota tim satuan tugas U.S. Marshals Violent Offender Task Force awalnya menggelar operasi penyergapan di area tersebut. Kontak senjata tidak terhindarkan. Suara tembakan merobek udara, menyisakan duka bagi korps penegak hukum Amerika Serikat.
Tersangka penembakan sempat bertahan di dalam persembunyiannya. Setelah ketegangan yang panjang dan pengepungan yang melelahkan, barikade pertahanan pelaku akhirnya runtuh. Menurut konfirmasi pihak berwenang, tersangka mengalami luka-luka akibat baku tembak tersebut dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan di bawah pengawasan ketat.
Penyelidikan besar segera digelar untuk mengusut tuntas peristiwa berdarah ini. Menurut pernyataan resmi dari kantor FBI New Orleans Field Office, mereka kini memimpin investigasi atas serangan mematikan terhadap pejabat federal tersebut. Sementara itu, Louisiana State Police turut dikerahkan untuk menyelidiki potensi pelanggaran hukum negara bagian.
Direktur FBI Kash Patel menyampaikan rasa duka yang mendalam atas insiden ini. Menurut pernyataannya, institusinya mengerahkan seluruh sumber daya penuh untuk membantu Rapides Parish Sheriff's Office dan mitra mereka di U.S. Marshals Service. "Mohon doa untuk keluarga dan kerabat wakil marshal yang gugur," kata Patel dalam sebuah pesan terbuka.