Dunia intelijen dan kebebasan berbicara kembali berbenturan di Amerika Serikat. Zachary Young, seorang veteran Angkatan Laut Amerika Serikat yang terlatih oleh Central Intelligence Agency (CIA), kini menuduh mantan lembaganya tersebut melakukan sensor ketat. CIA menuntut Young untuk menghapus dan memusnahkan naskah memoar mata-mata yang ditulisnya bersama penulis pendamping buku laris "American Sniper", Scott McEwen.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun, perselisihan ini mencuat setelah Young mengirimkan draf buku berjudul "American Spy" ke Kantor Peninjauan Penulis (ARO) milik CIA untuk peninjauan pra-publikasi. Alih-alih mendapatkan izin, Young justru menerima surat perintah yang tegas. Lembaga intelijen tersebut memerintahkan agar seluruh salinan naskah digital dalam cakram keras, gawai, komputasi awan, hingga tempat sampah elektronik segera dihapus, serta salinan fisik agar dihancurkan dengan cara dibakar.
Menurut pihak CIA melalui surat resmi mereka, naskah tersebut tidak dapat diterbitkan karena didasarkan pada informasi sensitif yang terikat oleh perjanjian kerahasiaan. Meskipun Young menyertakan dokumen pendukung, pihak lembaga menegaskan bahwa materi tersebut tidak mengubah status kerahasiaan informasi yang ada di dalam naskah.
Young menolak keras keputusan tersebut dan menganggapnya sebagai bentuk pembungkaman. Pria yang baru saja memenangkan kasus pencemaran nama baik melawan jaringan berita CNN ini merasa aneh karena identitas masa lalunya dengan CIA sebenarnya sudah menjadi konsumsi publik selama persidangan resmi. "Sekarang lembaga yang sama ingin saya membakar kisah hidup saya sendiri untuk menutupi rasa malu mereka. Itu bukan keamanan nasional. Itu adalah sensor," ujar Young dalam wawancara dengan Fox News Digital.
Menurut pembelaan Young, Direktur Humas CIA terdahulu bahkan telah mengonfirmasi status pekerjaannya secara resmi kepada jurnalis CNN saat kasus penarikan militer Amerika Serikat dari Afganistan pada tahun 2021 sedang hangat diberitakan. Berdasarkan catatan persidangan tahun 2025, juri pengadilan memutuskan CNN bersalah karena menuduh bisnis evakuasi Young beroperasi di pasar gelap ilegal, membuat CNN harus membayar ganti rugi jutaan dolar sebelum tercapainya kesepakatan damai rahasia.
Pihak penerbit William Morrow yang berada di bawah naungan HarperCollins awalnya menjadwalkan peluncuran buku ini pada akhir tahun. Namun, dengan adanya perintah pemusnahan dari CIA dan tenggat waktu banding yang kian menyempit di kediamannya di Austria, nasib buku "American Spy" kini berada di ujung tanduk.