Kematian datang dengan senyap di Killarney. Seorang imigran yang kini diburu atas pembunuhan keji seorang ibu asal Amerika Serikat di Irlandia ternyata tetap berada di negara itu meski permohonan suakanya telah ditolak. Pria yang disebut polisi sebagai "orang yang dicurigai" itu sedang dalam proses banding dan diizinkan menetap ketika Jamey Carney, wanita berusia 43 tahun, dipukuli dan dicekik hingga tewas di rumahnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan media Irlandia, pria tersebut masih memegang paspor miliknya. Dia menaiki pesawat menuju Istanbul, Turki, sebelum jenazah Carney ditemukan pada hari Selasa. Kepergiannya memicu perburuan internasional dan penyelidikan pembunuhan yang rumit. Polisi Irlandia menolak untuk menyebutkan nama pria itu, dan belum jelas kapan atau mengapa permohonan suakanya ditolak.
Menurut laporan The Irish Mirror, pria berkebangsaan Yordania itu tiba di Irlandia pada tahun 2024. Dia sempat tinggal di penampungan migran yang dikelola pemerintah sebelum akhirnya menghabiskan banyak waktu di rumah Carney setelah keduanya menjalin hubungan asmara. Pria itu pertama kali menginjakkan kaki di Britania Raya, lalu melakukan perjalanan melalui Irlandia Utara hingga akhirnya menetap di County Kerry.
Detektif meyakini Carney tewas sekitar pukul 11 malam pada hari Senin, belasan jam sebelum jasadnya ditemukan. Menurut The Irish Independent, jenazah korban ditemukan pada hari Selasa sekitar pukul 1.30 siang oleh putrinya yang berusia 13 tahun. Pada saat itu, sang pria buron telah menempuh perjalanan sejauh 200 mil dengan bus menuju Bandara Dublin dan terbang ke Istanbul.
Kritik kini menghantam kepolisian dari kedua sisi samudra karena lambatnya pengumuman identitas pelaku. Menurut Anggota Dewan Kota Dublin, Gavin Pepper, polisi Irlandia seharusnya mengidentifikasi pria tersebut secara publik sejak awal. Keterlambatan itu memberi sang buron keuntungan waktu yang besar untuk melarikan diri sebelum penyelidik menyadari kematian Carney.
Para penyidik kini mengkhawatirkan kemungkinan terburuk bahwa pria itu telah melanjutkan perjalanan ke negara asalnya, Yordania. Negara tersebut tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Irlandia. Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka sedang memberikan bantuan konsuler kepada keluarga korban yang ditinggalkan.