Dihadiri Ratusan Delegasi Asing di Tengah Ketegangan Perang AS-Israel
Jenazah Khamenei disemayamkan di Mosalla Agung Teheran pada hari Jumat, memicu gelombang duka dari para sarjana, pejabat tinggi, hingga masyarakat luas. Peti mati pemimpin yang telah berkuasa selama 37 tahun tersebut diselimuti bendera merah dari Makam Imam Hussein di Karbala sebagai simbol perlawanan dan pengorbanan resmi dari pemerintah Iran.
Khamenei yang wafat pada usia 86 tahun tewas bersama beberapa anggota keluarganya akibat serangan udara pada 28 Februari silam, yang menandai hari pertama konfrontasi militer bersama AS-Israel terhadap Iran. Meski pemakaman awalnya dijadwalkan pada Maret, eskalasi konflik yang berlangsung berbulan-bulan memaksa ritual penghormatan terakhir ini tertunda hingga Juli.
Read Also
Presiden Iran Masoud Pezeshkian tampak hadir memberikan penghormatan terakhir bersama sejumlah kepala negara sahabat seperti PM Pakistan Shehbaz Sharif dan Presiden Irak Nizar Amidi. Namun, jurnalis Al Jazeera melaporkan bahwa pihak Teheran sengaja tidak mengirimkan undangan kepada negara-negara Eropa yang mendukung kampanye militer AS dan Israel.
Di sela-sela upacara, Panglima Angkatan Bersenjata Iran Panglima Amir Hatami menegaskan sumpah sekutu untuk membalas dendam kepada Amerika Serikat dan rezim Zionis atas kematian pemimpin mereka. Setelah prosesi di Teheran dan Qom, jenazah dijadwalkan dibawa singkat ke Irak sebelum dimakamkan di Makam Imam Ali Reza di Mashhad pada 9 Juli.