Kronologi Salah Paham Penertiban Lapak di Pasar Induk Kramat Jati
Kehebohan sempat melanda media sosial setelah beredar potongan video yang menarasikan tindakan kurang menyenangkan seorang perwira polisi terhadap pedagang pasar. Pihak pengelola Pasar Induk Kramat Jati segera memberikan klarifikasi demi meluruskan simpang siur informasi yang telanjur menjadi sorotan publik sejak Kamis kemarin.
Asisten Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Fahrudin, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat patroli ketertiban rutin pada Jumat pagi. Petugas keamanan pasar mengajak Ipda Abdul Basit selaku Kapospol untuk mendampingi penataan selasar pasar. Konflik mulai tersulut ketika lapak milik seorang pedagang bernama Sutrisno kedapatan melewati batas jalan pejalan kaki, sehingga mengganggu arus troli barang.
Read Also
Situasi memanas karena masalah komunikasi saat penertiban hingga pedagang berniat merekam kejadian tersebut menggunakan ponselnya. Tindakan itu memicu respons emosional dari Ipda Basit yang refleks berusaha meraih ponsel Sutrisno. Fahrudin menuturkan, "Pak Basit juga mungkin emosional, si pedagang kalau saja sesuai aturan tidak melewati batas itu, ya mungkin kejadian ini enggak terjadi."
Guna menghindari konflik berkepanjangan, pengelola pasar langsung memediasi kedua belah pihak hingga mereka sepakat berdamai secara tertulis hitam di atas putih. Ipda Abdul Basit secara terpisah juga telah membantah tudingan intimidasi dan menegaskan bahwa dirinya hanya berniat memberikan masukan serta teguran lisan demi kenyamanan bersama di lingkungan pasar.