Protes Keras Terhadap Undang-Undang Persatuan Etnis Baru Beijing
Sebuah insiden tragis mengguncang kawasan di depan markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Seorang pria yang diidentifikasi sebagai Logba Rangzen, seorang imigran sekaligus aktivis asal Tibet, nekat melakukan aksi bakar diri di trotoar jalan sambil membawa bendera negaranya. Aksi ekstrem ini dilakukan di hadapan para pejalan kaki setelah ia menyampaikan seruan langsung demi menuntut kemerdekaan dan persatuan wilayah Tibet dari cengkeraman pemerintah China.
Pihak Departemen Kepolisian Kota New York (NYPD) melaporkan bahwa petugas segera merespons panggilan darurat yang masuk sekitar pukul 18.30 waktu setempat. Saat tiba di lokasi, polisi menemukan korban sudah dalam kondisi menderita luka bakar yang sangat parah. Petugas medis langsung melarikan pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pengemudi Uber tersebut ke Rumah Sakit Bellevue, namun nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia.
Read Also
Menurut keterangan dari rekan sesama komunitasnya, Rangzen dikenal sangat vokal dan memendam kemarahan mendalam atas pembatasan ketat yang terus diberlakukan Beijing terhadap tanah kelahirannya. Bagi warga Tibet di pengasingan, metode protes ekstrem seperti bakar diri ini bukanlah yang pertama kali terjadi, melainkan bentuk keputusasaan sekaligus perlawanan radikal yang kerap berulang demi menarik perhatian mata internasional terhadap isu pelanggaran hak asasi di wilayah mereka.
Ketegangan ini kian meruncing menyusul langkah pemerintah China yang resmi memberlakukan undang-undang persatuan etnis baru pada pekan ini. Regulasi sepihak tersebut memicu kekhawatiran global, termasuk dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, karena memberi legalitas bagi Beijing untuk memperluas tindakan represif terhadap kelompok minoritas seperti Tibet dan Uighur, bahkan melintasi batas-batas teritorial negara lain.