Lonjakan Konsumsi Listrik Bongkar Penangkaran Ular Piton Ilegal
Aksi nekat seorang pria bermarga Guo di wilayah Taizhou, China Timur, akhirnya terbongkar oleh pihak berwajib. Guo memanfaatkan unit apartemennya sebagai tempat penangkaran rahasia untuk ratusan ular piton. Investigasi kepolisian bermula dari laporan warga senior yang melihat seekor ular asing di kaki gunung, yang dinilai janggal karena habitat asli spesies tersebut memerlukan kelembapan tinggi yang konsisten.
Petunjuk awal tersebut mengarahkan polisi untuk memeriksa konsumsi daya listrik di area perumahan sekitar. Petugas mencari unit yang menggunakan listrik dalam jumlah tidak wajar, mengingat reptil eksotis membutuhkan pemanas konstan demi menjaga suhu ruangan antara 20 hingga 30 derajat Celsius. Kecurigaan mengerucut pada apartemen Guo yang mencatat lonjakan tagihan listrik sangat besar meski hanya ditinggali satu orang.
Read Also
Sebelum melakukan penggerebekan, polisi melacak aktivitas kurir bernama Di yang kerap mengantar pasokan tikus putih kecil sebagai pakan reptil. Di kemudian diamankan dan mengaku telah membantu menjual dua ekor ular piton seharga 1.000 yuan atau sekitar Rp 2,6 juta. Petugas yang masuk ke dalam apartemen mengaku merinding saat menemukan ratusan kotak plastik berisi ular ditumpuk tinggi, hingga menyisakan hanya satu kamar untuk perabotan pribadi Guo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Guo mengaku telah memulai bisnis ilegal ini sejak tahun 2014 dengan modal awal hanya empat ekor ular. Pria yang mengklaim bisa membudidayakan ular berbagai warna itu kini harus menghadapi proses hukum bersama rekannya atas tuduhan penangkaran satwa liar ilegal, sementara seluruh 309 ekor ular piton sitaan telah dievakuasi ke kebun binatang setempat.