Inovasi Teknologi Dongkrak Nilai Ekonomi Pertanian hingga 30 Persen
Pemerintah Vietnam terus mendorong integrasi hasil riset ilmiah ke dalam sektor produksi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya berfokus pada modernisasi alat, tetapi juga bertujuan mengubah paradigma berpikir para petani. Melalui pendekatan berbasis pasar, sektor pertanian kini mulai bergeser dari metode konvensional menuju rantai nilai yang lebih modern.
Berdasarkan data Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vietnam, program berbasis teknologi yang berjalan sepanjang periode 2016-2025 telah melahirkan 1.426 model aplikasi teknologi tinggi dan mentransfer 2.354 proses teknologi mutakhir. Proyek skala besar ini berhasil melatih ribuan teknisi serta lebih dari 82.700 petani lokal. Dampaknya, efisiensi produksi meningkat rata-rata di atas 30 persen dibandingkan menggunakan metode lama.
Read Also
Kendati mencetak rapor positif, para pelaku industri mengakui masih ada beberapa 'batu sandungan' birokrasi yang memperlambat laju adopsi di lapangan. "Prosedur pemilihan dan alokasi tugas yang rumit membuat perusahaan sulit bergerak cepat dalam menangkap peluang pasar," ujar Phan Thuy Hien, Wakil Direktur Institut Bahan Medis Vietnam. Hambatan infrastruktur dan keterbatasan SDM di pelosok daerah juga membuat pemanfaatan teknologi belum berjalan maksimal.
Menanggapi tantangan tersebut, Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vietnam, Le Xuan Dinh, menegaskan perlunya reformasi total dalam strategi eksekusi. Pemerintah berkomitmen mengalihkan fokus dari sekadar memberikan bantuan instan menjadi penyelesaian masalah konkret di daerah. Skema ke depan akan diarahkan pada penguasaan teknologi mandiri serta pembangunan ekosistem inovasi guna menciptakan rantai nilai pertanian hijau yang kokoh.